Goes To Industry 2026

0 Comments

GOES TO INDUSTRY 2026

 Seluruh fungsionaris Generasi ke-8 sukses mengadakan kegiatan Goes to Industry yang bertemakan, "Belajar, Berkreasi, dan Melestarikan Kain Sasirangan sebagai Upaya Mengembangkan Kreativitas dan Cinta Budaya Lokal pada Generasi Muda". Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu, 25–26 April 2026, ini bertujuan untuk menambah pengetahuan seluruh fungsionaris Generasi ke-8 mengenai kain Sasirangan. 

Kegiatan yang penuh keseruan ini bertempat di Rumah Disabilitas Borneo. Melalui program kerja ini, kami tidak hanya datang untuk sekadar mendengarkan teori atau melihat prosesnya saja. Lebih dari itu, seluruh fungsionaris langsung mempraktikkan setiap tahapan pembuatan kain Sasirangan secara sistematis. Kegiatan di hari pertama, Sabtu, 25 April 2026, diawali dengan mendengarkan penyampaian materi singkat langsung dari pemilik (owner) industri Sasirangan, yaitu Kak Abdurrahman.


 Dalam sesi ini, Kak Abdurrahman membagikan hal-hal mendasar yang perlu kami ketahui sebelum ke tahap praktik. Mulai dari sejarah mendalam kain Sasirangan, filosofi di balik berbagai jenis motif Tradisional, bahan-bahan baku yang digunakan, hingga gambaran umum seluruh proses pembuatannya dari awal sampai akhir. Informasi ini menjadi bekal berharga bagi kami agar tidak hanya sekadar bisa membuat, tetapi juga memahami nilai budaya di dalamnya. Selesai mendengarkan pemaparan materi, 

kegiatan dilanjutkan ke sesi praktik. Kami diarahkan untuk duduk berkelompok membentuk lingkaran.


 Disiapkan pula beberapa alat dan bahan mulai dari kain polos, benang, cetakan, hingga spidol, serta setiap kelompok didampingi satu mentor yang ahli dalam membuat kain Sasirangan. Proses pembuatan kain Sasirangan ini terdiri dari tiga tahapan pada hari pertama:Langkah pertama diawali dengan menggambar motif pada kain. Motif yang digunakan oleh seluruh kelompok adalah motif gigi haruan, dengan bantuan cetakan pola motif yang telah disediakan sebelumnya sehingga memudahkan peserta dalam menggambar pola dengan rapi dan sesuai bentuk aslinya. 


Setelah proses menggambar selesai, kegiatan dilanjutkan dengan tahap menjalur. Tahapan ini merupakan salah satu proses yang cukup memakan waktu karena membutuhkan ketelitian dan fokus. Pada proses menjalur, benang dijahit mengikuti pola motif yang telah digambar sebelumnya. Kemudian, setelah proses menjalur selesai, dilanjutkan dengan tahap menyisit. Menyisit merupakan proses menarik atau mengencangkan benang yang sebelumnya telah dijalur. Tahap ini bertujuan agar bagian kain yang telah dijahit dapat mengerut dengan baik.

Kegiatan selanjutnya dilaksanakan pada hari Minggu, 26 April 2026, yang terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu proses mewarnai, membuka jahitan, dan tahap akhir berupa finishing. Pada hari kedua ini, seluruh fungsionaris berpartisipasi aktif dalam setiap proses sehingga kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan.



 Tahapan yang diawali pada hari kedua adalah mewarnai kain Sasirangan. Pada tahap ini, berbagai alat dan bahan pewarnaan telah disiapkan terlebih dahulu, seperti pewarna kain, air panas, ember, serta sarung tangan berbahan tebal. Dalam proses pewarnaan, kain yang telah melalui tahap menjalur dan menyisit dicelupkan ke dalam air yang telah dicampurkan dengan pewarna, kemudian dikucek secara perlahan menggunakan tangan yang telah dilindungi sarung tangan agar warna dapatmeresap dengan merata ke seluruh bagian kain. 


Setelah kain mengering, kegiatan dilanjutkan dengan membuka jahitan atau benang yang sebelumnya digunakan pada proses menjalur dan menyisit. Pada tahap ini, motif khas Sasirangan tampak lebih jelas dan memperlihatkan hasilnya. 



dari proses pewarnaan yang telah dilakukan. Tahapan terakhir adalah finishing, yaitu menyetrika kain Sasirangan agar kain terlihat lebih rapi, halus, dan siap digunakan. Dengan selesainya tahap finishing, proses pembuatan kain Sasirangan pun selesai dilaksanakan. Kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berkesan karena seluruh peserta dapat mempelajari secara langsung proses pembuatan kain tradisional khas daerah serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal.

Kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berkesan karena seluruh peserta dapat mempelajari secara langsung proses pembuatan kain tradisional khas daerah serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal. Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan yang penuh inspirasi ini, berikut adalah momen kebersamaan kami saat berfoto bersama rekan-rekan dari organisasi Forum Muda.


Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 Comments: